Apa Yang Sudah Kamu Berikan Untuk Untuk Kelautan Nusantara?

Spirit of Millennials

Kapal bernomor lambung STS-50 yang dikenal juga sebagai Andrey Dolgov atau Sea Breeze 1 bisa menjarah laut di beberapa negara selama kurang lebih 10 tahun karena susah banget dilacak. Tapi, akhirnya kapal itu ditangkap oleh TNI Angkatan Laut, dan menambah panjang daftar kapal ilegal fishing yang akan diledakkan Kementerian Kelautan dan Perikanan.  

Ada tiga pilar pembangunan untuk mengembangkan sektor kelautan dan perikanan nasional yang dicanangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yakni: Kedaulatan, Keberlanjutan, dan Kesejahteraan. Selain peran aktif aparat dan militer, generasi muda seperti kamu saat ini diharapkan ikut mengawal tiga pilar pembangunan tersebut.

Menteri Susi bahkan berharap para pemuda-pemudi bangsa bisa ikut mengeksplorasi dan menjaga sumber daya kelautan. Cara paling mudahnya adalah dengan mempertahankan reputasi yang telah diraih negara saat ini.

Nah, kalau kamu ingin ikut eksis, ambil kuliah di jurusan kelautan. Ada banyak studi yang mempelajari sumber daya kelautan dan perikanan. Sebagai negara maritim, lahan pekerjaan di bidang kelautan dan perikanan cukup besar potensinya lho.

Prospek pekerjaan tersebut antara lain:

  1. Tenaga pendidik dan akademisi: guru Sekolah Menengah Perikanan, peneliti, dosen, dan staf laboratorium perikanan.

  2. Pegawai Negeri Sipil: pegawai pemerintahan di berbagai badan pemerintahan seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM, Balai Karantina Ikan, Balai Budidaya Ikan, Dinas Perikanan di kabupaten maupun provinsi, Balai Riset Pengembangan dan Budidaya, Bappenas dan Bappeda, serta berbagai profesi yang mensyaratkan alumni jurusan kelautan.

  3. Pegawai swasta: konsultan lingkungan pantai, konsultan kelautan, pabrik pakan ternak dan ikan, serta quality control produksi bidang kelautan.

  4. Wiraswasta: pemijahan bibit ikan, pembenihan, penjualan ikan hias maupun ikan konsumsi, distributor pakan ikan, dan bidang pengolahan hasil laut menjadi ragam produk seperti kerupuk, nugget, sosis, dendeng maupun pengalengan.

Hampir sebagian besar Universitas Negeri di Indonesia menyediakan fakultas dan jurusan kelautan dan perikanan. Lulusannya nanti mesti punya kompetensi seperti merencanakan, mendesain, dan mengimplementasikan pemanfaatan kekayaan hayati dari laut.

Karena nenek moyang kita pelaut, harus ada keturunannya yang mendedikasikan diri di kemaritiman RI, dong. Kamu siap?