Begini Caranya Meraup Keuntungan Berjualan Online Secara Maksimal

Spirit of Millennials

Era digital memiliki tantangan tersendiri untuk dihadapi. Di balik kemudahannya, tentu ada kesulitan yang harus dilalui. Misalkan kamu sedang menawarkan produk secara online tetapi pembelinya masih sedikit, ada hal yang harus kamu revisi. Sebab memahami pasar digital butuh banyak riset dan revisi. Dinamika pasarnya mengikuti perkembangan teknologi. Dan teknologi mengikuti psikologi masyarakat umumnya.

Masih ingat ketika pembelian barang online harus menggunakan kartu kredit atau paypal? Transaksinya stagnan. Tetapi ketika teknologi online mulai merambah ke perbankan, dengan sistem transfer atau payment gateway, transaksi menjadi masif. Dari sisi penjual pun terjadi perubahan. Semula hanya menawarkan barang dengan product knowledge sekedarnya, kini dituntut proaktif berpromosi bahkan melayani calon pembeli secara real time. Fitur-fitur di dalam online shop harus dipelajari seksama untuk memanfaatkannya. Namun ada beberapa hal berikut yang harus dihindari dalam melayani pembeli online:

 

    1. Komen Negatif
      Sama halnya dengan membangun usaha atau brand, negative thinking adalah momok yang harus dihindari. Hal tersebut bisa berasal dari image yang secara engga langsung krespon konsumen.

    2. Slow Response
      Teknologi real time memudahkan penjual dan pembeli berinteraksi secara langsung dalam waktu yang sama meskipun ngga bertatapan muka. Fasilitas chat harus tersedia untuk memanfaatkan momentum saat pengunjung halaman online shop sedang bertanya mengenai produknya. Jangan biarkan mereka menunggu lama atau menutup halaman. Jika hal tersebut terjadi, maka kamu akan kehilangan satu calon pembeli.

    3. Menjawab Sekenanya
      Ada sebuah kasus mengenai testimoni seorang customer di marketplace ternama yang kecewa terhadap barang yang dijual oleh salah satu pelapak, kemudian dikomentari dengan kalimat engga enak oleh pelapaknya. Semenjak saat online shop tersebut sepi order. Padahal barang yang dijualnya unik dan menarik. Hindari penggunaan kalimat kurang simpatik yang sifatnya menjadi bumerang bagi usahamu. Tetap tenang layaknya customer service yang menghadapi serbuan komplain pelanggan yang terkadang bikin gondok.

    4. Ngga Mampu Bersaing
      Seorang penjual kerajinan kayu sempat kecewa dengan marketplace tempat dia bernaung. Pasalnya harga kalah murah dengan produk sejenis. Ia berhenti berjualan lewat marketplace dan memilih berjualan di toko fisik. Kasus ini menggambarkan butuh adaptasi dari cara lama ke cara baru. Dari penjualan konvensional ke penjualan digital. Karena berbelanja di marketplace membuka kesempatan pembeli untuk membandingkan barang dan harga produk sejenis lainnya. Ini ngga kalah pentingnya dari layanan yang baik dan respon cepat. Karena sejatinya, pembeli online sangat selektif dan berhati-hati. Dikecewakan sekali maka ia mudah memutus hubungan, seperti si doi.

 

  1. Terlalu Perfectionist
    Sikap dinamis terjadi pada era digital. Ngga ada aplikasi toko online yang sempurna, melainkan terus berkembang. Tujuannya untuk memudahkan pengguna serta membangun kenyamanan dan keamanan berbelanja agar pelanggan ngga berpaling dari halamannya. Sebagai penjual online pun demikian, harus dinamis dalam menangkap selera pasar dan kemudahan saat memilih produk yang kamu jajakan.

 

Tidak hanya gigih dan ulet yang dibutuhkan oleh penjual online untuk menghasilkan penjualan maksimal, tetapi juga kreatif, dinamis, dan inovatif. Sebab digital membuka banyak peluang untuk berkreasi.