Belajar Bikin Startup Sambil Buka Puasa di Angkringan

Spirit of Millennials

Angkringan dan marketplace, dua hal yang sama-sama akrab di telinga tapi pasti kamu pikir jauh berbeda. Tau ngga sih kalau dua gaya berjualan antara angkringan dan marketplace itu sebenarnya mirip banget?

Marketplace bergantung sama banyak pihak untuk bisa bergerak, termasuk kamu sebagai pengguna. Meskipun kamu bisa daftar gratis dan hasil transaksi langsung masuk ke penjual, pengelola marketplace mengambil keuntungan dari traffic.

Selain itu, jeda dana transaksi dari pembeli ke penjual lewat rekening juga dikelola sampai bisa jadi keuntungan, bisa dari payment gateway hingga dana yang menginap di rekening. Penjual juga bisa bayar buat dipromosiin dan jadi merchant prioritas.

Nah, pernah ngga kamu nanya penjual angkringan gimana cara menyajikan hidangan beraneka ragam setiap harinya? Sambil buka puasa, coba tanya deh. Jawabannya mungkin bakal bikin kamu geleng-geleng kepala.

Angkringan lahir dari jajanan keliling, sebelum menetap seperti saat ini dengan mengandalkan gerobak khas dan tenda plastik penutup. Jajanan yang disajikan mulai dari nasi kucing, serba sate-satean, gorengan, dan masih banyak lagi.

Sajian tersebut ngga semuanya dibuat oleh penjual. Sering kali mereka mengambilnya dari pihak lain. Angkringan hidup dari kebersamaan masyarakat dan merupakan contoh dari ekonomi kerakyatan.

Di daerah Solo, beberapa angkringan ngelibatin peran satu kampung untuk bikin sajiannya. Penjual angkringan menjual ke konsumen dengan selisih harga yang ngga terlalu tinggi. Keuntungan utama penjual terletak pada produk minumannya, seperti es teh, kopi, kopi susu, wedang jahe, dan lain-lain.

Sistem titip jual ini butuh kepercayaan tinggi. Karena masing-masing penjual maupun supplier makanan menggunakan modal kecil, maka sirkulasi keuangan juga harus benar-benar terjaga kelancarannya.

Penjual angkringan kebanyakan ngga pernah menunda pembayaran, hari itu disetor, hari itu juga dikembalikan. Dengan begitu, pembuat makanan bisa mengelola modal hingga produksinya ngga pernah terganggu.

Di sisi lain, si penjual angkringan pun bisa menyimpan keuntungan dari jualan makanan untuk kebutuhan dan pengembangan usaha. Toh, keuntungan terbesarnya sudah didapat dari berjualan wedangan atau minuman.

Sistem kerja sama yang diterapkan angkringan ngga mudah roboh dan kebanyakan berlangsung hingga bertahun-tahun.

Meski beda modal awal dan tingkat kompleksitasnya, angkringan dan marketplace mirip dalam teknis usaha bersama. Angkringan lebih simpel hitung-hitungannya, marketplace terbilang rumit penghitungan valuasinya.

Nah, buat kamu yang mau mulai buka usaha sendiri, bisa pakai aplikasi layanan keuangan elektronik LinkAja biar transaksi lebih seru, lancar dan bebas repot kayak di angkringan. Yuk, mulai sekarang!