Benar atau Salah: Utang Produktif

Spirit of Millennials

Sampai hari ini mungkin sebagian orang masih berpikir kalau berutang itu sebuah keputusan yang salah. Dengan berutang, berarti kamu menambah masalah baru. Nanti ujung-ujungnya pasti kamu bakal kerepotan sendiri deh.

Tenang aja fren! Ngga semuanya beneran bakal berakhir kayak gitu, karena realitanya utang ngga selalu berakhir buruk kok. Bahkan di beberapa kasus, utang malah menjadi sebuah solusi yang tepat. Semua ini tergantung pada tujuan kamu berutang dan pengelolaan setelahnya.

Kalau tujuan kamu berutang cuma buat hal-hal yang bersifat konsumtif, mending jangan deh. Misalnya, beli sneakers baru cuma gara-gara motifnya lucu. Atau maksa “makan enak” padahal belum gajian. Nah, kebiasaan dan utang macam ini nih yang bakal merusak kondisi finansial kamu. Lebih baik tahan atau pastikan dulu uangnya sudah terkumpul.

Tapi lain cerita kalau kamu berutang untuk kebutuhan besar yang masuk akal, misalnya untuk renovasi rumah atau biaya pernikahan. Bisa juga berutang untuk sesuatu yang nantinya dapat menguntungkan kamu, seperti untuk modal investasi atau modal bisnis. Malah yang seperti ini bisa disebut sebagai utang produktif. Apa itu utang produktif?

Utang produktif punya tujuan lebih dari sekadar memperoleh keuntungan nantinya, tapi cash flow kamu juga dapat berjalan secara positif. Nah, satu hal yang perlu kamu ingat, utang produktif itu sebenarnya bukan tentang produknya, melainkan jenis kreditnya.

Contoh ya, kamu mengajukan dana pinjaman sejumlah Rp20 juta dengan tenor 12 bulan  untuk memulai bisnis A. Lalu dengan bunganya, maka kamu harus mencicil sekitar Rp1,7 juta per bulan. Dari bisnis tersebut ternyata kamu menerima omzet Rp10 juta setiap bulan dengan laba bersih sekitar Rp5 juta. Dengan begini, kamu masih dapat mengantongi keuntungan Rp3 juta meski sudah rutin membayar cicilan.

Oh iya, jangan lupa untuk memilih penyedia layanan kredit tepercaya dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendapatkan perlindungan konsumen dan mencegah hal-hal yang ngga diinginkan, seperti penipuan. Jangan mudah tergiur dengan penawaran bunga yang rendah atau persyaratan yang mudah, terutama pada pinjaman online apabila lembaga peminjaman tersebut berdiri secara ilegal.

Jadi, selain yakin dengan tujuanmu berutang, kamu juga perlu memilih penyedia layanan kredit yang kredibel dan menyesuaikan jenis kredit dengan kemampuanmu. Pastikan cicilan utang ngga memberatkan kamu, dibayar tepat waktu, dan utang yang kamu lakukan dapat menghasilkan pendapatan dan cash flow yang baik. Ini baru namanya utang produktif!