Bijak Saring Pesan di Bulan Ramadan

Spirit of Millennials

“Cuma share dari grup sebelah.” Sering banget kata-kata ini masuk ke aplikasi WhatsApp kita. Hati-hati ya, ngga semua info semacam itu bisa dipercaya. Nyebarin kabar yang ngga jelas sama aja dengan bergunjing kan? Di bulan Ramadan ini, yuk lebih hati-hati biar ibadahnya lebih sempurna.

Kalau bergunjing aja bisa ngerugiin orang, berita palsu bisa punya konsekuensi lebih besar. Gara-gara hoaks tentang penculikan anak yang menyebar di India, 31 orang mesti kehilangan nyawanya.

Memang ngga semua berita yang disebar di WA adalah hoaks. Ada juga kasus anak hilang yang langsung ketemu dalam waktu beberapa jam karena orang-orang mengklarifikasi langsung kejadiannya. Yang jadi masalah adalah orang sering kali langsung ngebagiin kabar walaupun dia belum tahu kebenarannya.

WhatsApp sendiri udah ngambil langkah serius untuk mencegah berita-berita palsu seliweran. Tinggal kita yang manfaatin dan hati-hati kalau nerima kabar apapun.

Yang bisa kamu lakuin adalah lihat tanda yang muncul ketika kamu menerima chat. Ketika ada tanda “pesan diteruskan” atau “forwarded” di atas pesan yang kamu terima, kamu wajib klarifikasi karena orang yang sedang ngobrol denganmu pun belum tentu tahu kejadian aslinya.

Fitur ini dibuat WhatsApp untuk memudahkan penggunanya mengidentifikasi pesan-pesan yang diterima. Intinya, kamu bisa tahu apakah pesan itu ditulis sendiri atau diteruskan dari sumber lain.

Selain itu, sekarang pengguna WhatsApp cuma bisa meneruskan sebuah pesan ke beberapa orang saja. Itu untuk mencegah penyebaran berita yang belum terverifikasi kebenarannya secara masif.

Tiap negara punya kebijakan sendiri tentang penyebaran pesan diteruskan. Kejadian di India yang memakan korban bikin WhatsApp ngebatasin fitur meneruskan pesan cuma buat lima kontak. Di negara lain fitur ini bisa dipakai untuk sampai dengan 20 kontak.

Selain teks, pembatasan juga berlaku untuk gambar, video, dan audio. Pembatasan ini mempersempit ruang lingkup penyebaran dan bermanfaat untuk investigasi jika terjadi masalah hukum.

Isilah Ramadan dengan hal-hal positif daripada sibuk bergunjing atau menyebar berita atau pesan yang ngga berfaedah. Yuk, sempurnakan ibadah puasa kita dengan bijak menyaring pesan.