Bisnis baru Sarinah ala Erick Thohir

Spirit of Millennials

Pengaruh digitalisasi saat ini sudah pasti mengimbas banyak hal, tak terkecuali sektor ekonomi nasional. Cepat atau lambat, para pemain pasar konvensional akan tergeser oleh mereka yang menggunakan teknologi digital dan terus melakukan inovasi dalam berbisnis.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Rakyat (BUMN) Erick Thohir pun fokus melakukan pembenahan perusahaan-perusahaan pelat merah agar mampu bersaing sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah PT Sarinah (Persero).

Erick menilai bahwa model bisnis Sarinah sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi di era e-commerce seperti sekarang, Sarinah masih saja menawarkan produk secara ritel seperti masa lalu. Hal ini tentu saja sudah kurang relevan dengan transaksi jual-beli masa kini. Jika Sarinah masih bertahan dengan cara lama tersebut, maka akan kalah dengan model bisnis terkini.

Meskipun demikian, Erick pun tidak bermaksud mengubah Sarinah menjadi perusahaan ritel berbasis e-commerce. Namun, Sarinah mungkin bisa kerjasama dengan e-commerce yang sudah gede, misalnya Tokopedia. Nah, Sarinah bisa menjadi titik distribusi bersama Pos Indonesia.

Sebenarnya bagi Erick yang terpenting adalah pandai memanfaatkan peluang. Nggak perlu juga bangun sesuatu yang mirip Tokopedia, karena akan kalah saing juga. Tapi, Tokopedia dan e-commerce lain kan butuh gudang. Nah, biar BUMN yang sediakan stok gudangnya.

Untuk mengikuti perkembangan zaman, PT Sarinah (Persero) mengaku sudah mempersiapkan strategi di tengah lesunya bisnis ritel modern akibat perubahan perilaku konsumen di Indonesia. Salah satunya adalah dengan melakukan perombakan display produknya.

Direktur Utama Sarinah Gusti Ngurah Putu Sudiarta berpendapat bahwa sebenarnya Sarinah terbilang tetap eksis di tengah maraknya bisnis ritel yang tutup. Sarinah sendiri sudah melakukan pembenahan toko. Dibanding 3-4 tahun lalu, sekarang produk display Sarinah lebih cantik dan tertata.

Ngurah juga menambahkan kalau Sarinah sering menggelar event menarik untuk memikat pengunjung, misalnya menggandeng para perancang busana muda untuk melaksanakan fashion show di Sarinah.

Tak ketinggalan, Sarinah juga punya produk yang unik buatan warga binaan penjara. Itu cukup diminati wisman, lho. Produk pun terus dikurasi. Di lantai UG ada produk-produk unggulan Indonesia dan pusat kuliner. Oh iya, Sarinah juga akan bekerja sama dengan komunitas kopi Indonesia.

Menggandeng e-commerce atau marketplace dan berkolaborasi dengan mereka semoga dapat menjadi langkah yang tepat bagi Sarinah. Dengan begitu, semoga Sarinah bisa tetap eksis dan memenangkan “peperangan” di era digital.