Buat yang Suka Pelesiran ke Bali, Perhatikan Beberapa Hal Ini Yuk!

Buat yang Suka Pelesiran ke Bali, Perhatikan Beberapa Hal Ini Yuk!

Spirit of Millennials

Bali memang salah satu destinasi wisata di Nusantara yang menyajikan pengalaman liburan paling lengkap. Mulai dari kulineran, panorama alam yang cantik, hunting barang unik, sampai menikmati pertunjukan seni dan budaya, semuanya bisa kamu lakukan di Pulau Dewata ini. Namun ada beberapa “peraturan” ngga tertulis yang harus dihormati nih kalau kamu lagi liburan di Bali.  Apa saja ya?

 

Tidak mengunjungi pura saat datang bulan
Khusus kaum hawa yang sedang kedatangan “tamu”,  jangan paksakan masuk ke dalam Pura, ya. Misalnya, Pura Tanah Lot atau Pura Uluwatu. Bagi pemeluk agama Hindu, Pura dianggap sebagai tempat yang suci untuk beribadah. Meskipun begitu, kamu tetap masih bisa menikmati arsitektur pura dari luar dan berbagai hiburan di sekitar pura, seperti pertunjukan Tari Kecak di kawasan Pura Uluwatu.

 

Mengenakan pakaian tertentu  di pura
Masih berkaitan dengan kunjungan ke pura. Jangan lupa perhatikan cara berpakaian kamu saat berkunjung ke sana. Biar ngga ribet, kamu bisa langsung mengenakan pakaian sopan seperti celana atau rok di bawah lutut sebelum berangkat. Nanti sesampainya di sana, biasanya kamu bakal dipinjamkan selendang kuning untuk diikat di pinggang. Tapi kalau kamu terlanjur pakai celana atau rok di atas lutut, maka kamu bakal dipinjamkan sarung. Baik selendang maupun sarung adalah bentuk penghormatan terhadap kesucian pura. 

 

Diam di rumah atau penginapan saat Nyepi
Ketika perayaan Nyepi berlangsung, maka dari pukul 06.00 sampai pukul 06.00 keesokan harinya, warga Bali yang mayoritas pemeluk agama Hindu akan berhenti melakukan 4 hal, yakni tidak bekerja, tidak bepergian, tidak menyalakan api, dan tidak bersenang-senang. Nah, untuk menghormati mereka, kamu juga dapat melakukan hal yang sama. Perayaan Nyepi di Bali biasanya akan membuat udara di sana menjadi bersih. Maka jika beruntung, kamu dapat menikmati malam yang bertabur bintang dengan mata telanjang dari tempat penginapanmu. 

 

Upacara agama di jalan raya
Saat keliling Bali dengan kendaraan, bisa saja jalan yang pengen kamu lewati ditutup atau kena macet. Jangan buru-buru komplain atau terus-terusan mencet klakson, karena bisa jadi lagi ada ritual keagamaan yang berlangsung di jalan, misalnya Ngaben atau Galungan. Lagian upacara keagamaan seperti ini menyenangkan juga kok buat kamu saksikan.

 

Santai aja dengan sesajen yang bertebaran di mana-mana
Beneran ada di mana-mana sih, bahkan di jalan dan di trotoar. Sesajen yang berisikan antara lain bunga dan beras ini merupakan persembahan kepada Dewa-Dewi dalam kepercayaan agama hindu dengan tujuan mendapatkan keuntungan sekaligus menolak kesialan. Jadi kalau kamu ketemu sesajen di jalan atau di mana pun, ya biarin aja. Ngga perlu usil atau merusaknya, ya.

 

Demikian hal-hal ngga tertulis yang perlu kamu perhatikan saat berkunjung ke Bali. Dengan melakukannya, berarti kamu udah berkontribusi buat hidup saling menghormati dan bertoleransi. Selamat berlibur!