Daripada Foya-foya, Mendingan Waralaba

Spirit of Millennials

Kerja, kerja, kerja! Kalau ngerasa gaji cuma numpang lewat tiap bulannya, kamu bisa kok nambah pemasukan lain yang sesuai sama minat dan hobimu. Kalau ada waktu, mulai dari nol. Kalau ngga ada, alokasikan pendapatanmu sebagai modal terus beli aja waralaba yang udah jalan dan populer. Kalau masih bingung dan belum paham cara kerja waralaba, simak info di bawah ini. 

1.Modal Awal
Penetapan modal awal biasanya udah ditentuin pemilik waralaba dengan jumlah tertentu. Sama aja dengan bikin usaha, modal awal harus siap tersedia. Nah, salah satu tempat mendapatkan modal usaha saat ingin memulai bisnis waralaba adalah melalui pinjaman bank BRI. Pinjaman yang didapat bisa diplih sebagai kredit investasi atau pun kredit modal kerja dan dalam bentuk rekening koran atau angsuran. Limit kreditnya juga bervariasi, mulai dari angka Rp 100 juta hingga Rp 40 milyar. Tapi waralaba terbilang lebih murah daripada ngebangun usaha dari awal. Karena effort ngebangun usahanya ngga terlalu berat, waralaba bisa jadi solusi buat kamu yang ingin punya sampingan.

2. Deposit
Selain modal, kamu juga perlu deposit yang nantinya dipakai buat ngedukung kelancaran usaha kamu sendiri. Gampangnya, bisa dibilang deposit adalah tabungan serba guna buat kebutuhan usaha. Bahasa ribetnya, deposit ini adalah jaminan dalam bentuk liquid. Hampir semua usaha waralaba pakai sistem dengan jumlah tertentu.

3. Alat dan bahan
Bahan dan alat biasanya memang udah disediain sama waralaba. Tapi, ada juga sisanya yang sebagian besar harus disiapin sendiri. Peralatan dan bahan ini biasanya jadi syarat dari waralaba untuk ngelengkapin alat kerjanya.

4. Pendaftaran
Kalau syarat-syarat di atas udah dipenuhi, tinggal daftar deh ke waralaba yang kamu ingin. Syarat pendaftaran biasanya standar, seperti identitas dan surat perjanjian kontrak kerja. Bayar sesuai ketentuan dan minta kompensasi dari pemilik ya.

5. Tentuin lokasi
Lokasi penting banget buat kelangsungan bisnis. Usahain cari lokasi yang strategis. Intinya cari tempat yang dekat dengan pembeli, jangan sampai pembeli susah nyari toko kamu.

6. Tata perjanjian kerja
Jangan lupa pelajari baik-baik tata perjanjian kerjanya ya. Nama dan brand waralaba biasanya bersifat sementara, bisa diambil sewaktu-waktu kalau kamu ngelanggar aturan.

 7. Pembagian hasil
Soal bagi hasil juga ada di surat perjanjian kerja sama. Besarannya udah ditentuin di sana. Kamu bisa setujui atau tolak pembagian hasil sebelum usahanya jalan. Prinsipnya, waralaba mesti saling menguntungkan satu sama lain. 

Gitulah kira-kira hal yang mesti kamu tahu sebelum mulai usaha waralaba. Jadi jangan terlalu banyak foya-foya, guys. Ingat investasi buat masa depan yang lebih baik.

Contoh-contoh waralaba milik BUMN:

  • PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) – Ritel sembako dan minimarket
  • PT. Pos Indonesia – Jasa Pengiriman
  • Limousin Meat Gallery PT. Berdikari (Persero)