Facebook Kencangkan “Sabuk Pengaman” Pada Konten Live Streaming

Spirit of Millennials

Breaking news! Pada bulan April kemarin, chief operating officer Facebook, Sheryl Sandberg, mengumumkan rencananya yang bakalan memperketat aturan dan ketentuan-ketentuan pada konten siaran langsung, alias live streaming di Facebook. Hal tersebut tentunya berkaitan dengan tersebarnya video terorisme yang terjadi di Christchurch, Selandia Baru, beberapa waktu lalu, yang membuat banyak pihak mengecam Facebook terkait dengan penanganan fitur live streaming.

Meski mendapat gugatan dan kecaman, khususnya dari komunitas Muslim Prancis, lantaran respons dan penanganan yang lambat terhadap peredaran video aksi terorisme di Selandia Baru, pihak Facebook juga telah mengambil langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan menghapus video tersebut yang tersebar ke seluruh penjuru dunia melalui beberapa platform, termasuk Youtube, Instagram dan Whatsapp sebanyak lebih dari 1,5 juta copy video.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Sheryl Sandberg untuk menanggulangi hal tersebut adalah dengan meninjau semua akun yang akan melakukan live streaming, dan juga membuat teknologi yang dapat mengidentifikasi video atau foto berbau kekerasan yang nantinya akan diedit dengan waktu cepat untuk mencegah orang membagikan konten video tersebut.

Sheryl Sandberg juga mengatakan bahwa nantinya konten live streaming akan disiarkan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Selain itu, pihak dari Facebook sendiri juga sedang berupaya dalam membuat kebijakan terhadap kelompok yang menebarkan kebencian, khususnya mereka yang menggunakan platform Facebook sebagai media penyebarannya.

Semoga permasalahan tersebut bisa segera ditangani dan ditanggulangi, sehingga di kemudian hari, semua platform media sosial hanya akan digunakan untuk penyebaran konten kreatif yang berisi hal-hal positif dan inspiratif sehingga lebih banyak manfaatnya buat kita semua.