Holtikultura Bisnis Pertanian yang Menjanjikan

Spirit of Millennials

Meski lahir dan hidup di era digital yang sangat masif perkembangannya, bekerja di industri digital tentunya bisa dibilang mainstream. Nah, jika kamu bisa melihat peluang, ternyata masih banyak yang belum tersentuh sebagai lahan mata pencaharian yang menjanjikan, lho. Salah-satunya adalah bisnis pertanian.

Contoh real-nya, ada seorang pemuda bernama Bagas yang terjun membudidayakan melon di lahan dekat Bandara Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mengelola lahan dengan modal Rp 120 juta hingga Rp 150 juta per hektar. Dalam 70 hari panen, penjualannya mencapai Rp 200 hingga Rp 250 juta. Ditambah Bagas mengkoordinir 30 jenis sayuran yang diambil dari petani untuk kemudian dipasok ke supermarket di Jakarta. Omzet per harinya berkisar Rp 100 juta.

Lalu di daerah Sembalun ada pengusaha muda Azis yang berkecimpung di bisnis benih bawang putih. Ia bekerjasama dengan BUMN dan swasta untuk pasokannya. Omzetnya miliaran rupiah.

Contoh-contoh diatas diungkapkan oleh Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi. Menurut Suwandi pula, petani hortikultura lebih maju cara pandangnya dan berani berinvestasi meski harus berhadapan dengan risiko alam dan musim. Dan keunggulan pertanian hortikultura sendiri adalah kesanggupannya mengelola secara adaptif faktor alam dan berorientasi pada ramah lingkungan, sehingga usaha taninya bisa bertahan dan berkelanjutan.

Nah, jangan ragu untuk jadi petani! Saatnya kamu menyegarkan bumi sekaligus memasok pangan untuk Indonesia sambil meraup untung dari ceruk bisnis yang belum banyak tersentuh ini!