Ikut Festival Budaya Nasional untuk Pengalaman Liburan yang Menarik

Spirit of Millennials

Kalau ingin punya pengalaman liburan yang berbeda, coba deh ikutan festival budaya di negara kita sendiri. Menikmati pawai jalanan, melihat keindahan budaya lokal, dan merasakan keriuhannya tentu bakal menambah “koleksi” momen nggak terlupakan buat kita. Yuk, simak beberapa festival budaya tanah air yang bisa mencuri perhatian nasional bahkan dunia dan pastinya layak buat kamu kunjungi.

  

Jember Fashion Carnival
Karnaval busana jalanan pertama di Indonesia ini digelar pertama kali tahun 2003. Gagasannya datang dari seorang guru fashion bernama Dynand Fariz yang melihat daya pikat Reog Ponorogo di HUT Kota Jember bagi wisatawan. Kemudian, ide tersebut diaplikasikan dalam bentuk fashion show jalanan yang diberi nama Jember Fashion Carnaval. Busana yang dikenakan pun beragam dengan tema tertentu setiap tahunnya, diangkat dari tradisi setempat maupun kontemporer.     

 

Dieng Culture Festival
Dataran tinggi Dieng sering disebut sebagai negeri di atas awan dan memiliki festival tahunan bernama Dieng Culture Festival. Kegiatan ini semula bertujuan untuk upacara sakral pemotongan rambut gimbal anak yang terdapat di wilayah tersebut. Disebut sakral karena konon anak berambut gimbal adalah titisan dewa. Selain festival tersebut, Dieng pun menawarkan himpunan acara lainnya, seperti Jazz Atas Awan, Gemerlap Lampion, serta Rampak Budaya Nusantara.

 

Rambu Solo
Untuk menyaksikan acara ini memang ngga mudah, karena ngga rutin dilakukan. Rambu Solo adalah upacara pemakaman adat di Toraja, Sulawesi Selatan. Upacara pemakaman adat ini terbilang besar dengan beragam prosesi pemakaman adat yang harus dipenuhi. Mulai dari pembungkusan jenazah, memberikan ornamen di peti jenazah, mengusung peti jenazah ke atas bukit makam, hingga menyediakan sejumlah hewan kurban sesuai syarat adat. 

 

Borobudur Waisak Day
Waisak adalah hari besar umat Buddha yang diperingati di seluruh dunia. Di Indonesia, puncak perayaan Waisak paling besar dilakukan di Candi Borobudur. Seluruh penganut Buddha baik nasional maupun internasional berdatangan di tempat tersebut untuk merayakan bersama. Perayaan Waisak di sini seperti pada umumnya, yakni berdoa bersama. Namun, yang membedakan adalah kegiatan penunjangnya dalam bentuk atraksi budaya. Bagi wisatawan yang mengenal Candi Borobudur, perayaan Waisak ini merupakan momen penting yang ngga boleh terlewatkan.  

 

Festival Lembah Baliem
Acara ini digelar di pedalaman Papua. Melibatkan tiga suku di Papua, yaitu Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yani. Festival ini mensimulasikan tarian perang dan pertempuran kolosal antara ketiga suku tersebut sebagai pertunjukan. Tujuannya untuk mensyukuri kesuburan dan kesejahteraan para suku-suku di wilayah tersebut.

 

Pastikan kamu tahu jadwal penyelenggaraan untuk menyaksikan langsung ragam festival yang digelar berkala atau pada momen-momen tertentu secara akbar oleh masing-masing daerah ini. Selain menawarkan pengalaman yang unik, ragam festival khas tanah air ini juga bakal bikin kamu belajar banyak hal, termasuk mencintai keberagaman di negeri sendiri.