Inovasi Anak Bangsa untuk Kelola Sampah Lewat Internet

Spirit of Millennials

Sampah yang kian hari kian menumpuk dimana-mana udah menjadi pemandangan lazim yang memberikan dampak super ngga enak buat kita dan juga lingkungan hidup kita. 

Selain kelalaian masing-masing individu, menumpuknya sampah juga disebabkan oleh sulitnya para petugas sampah mendapatkan informasi mengenai situasi, kondisi dan lokasi dari tempat sampah yang sebetulnya sudah penuh dan siap buang. Alhasil, sampah-sampah itu terlantar dan menyebabkan banjir, polusi dan berbagai macam penyakit.

Mengetahui hal tersebut, 3 mahasiswa dari Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, ngga mau tinggal diam. Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama dari jurusan Sistem Informasi (SI) berkolaborasi bersama Bagus Utomo dari jurusan Teknik Elektro, untuk membuat sebuah inovasi solusi akan hal tersebut dengan menciptakan sistem pengelolaan sampah berbasis Internet of Things (IoT).

Tempat sampah dengan julukan T-Smart++ ini dibuat dengan peralatan khusus, seperti HC SR04 yang merupakan sensor jarak, yang berfungsi untuk mendeteksi benda di depannya, lalu mengirimkannya pada motor servo untuk membuka dan menutup tempat sampah tersebut. Nantinya, tempat sampah itu juga akan mengunci dengan sendirinya ketika udah penuh.

Selain itu, T-Smart++ juga dilengkapi oleh DFPlayer yang bekerja untuk mengeluarkan suara, dan juga komponen NodeMCU esp8266 untuk mengirimkan sinyal ke internet yang sudah dihubungkan dengan smartphone Android guna mengirimkan notifikasi mengenai lokasi tempat sampah tersebut beserta volume sampah di dalamnya kepada petugas pengambil sampah. Wah, canggih banget.

Inovasi 3 mahasiswa ini juga udah lolos dalam program Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Karya Cipta (KC) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, lho. Semoga hasil penemuan ini bisa terus dikembangkan dan segera kita gunakan, ya!