Jangan Sampai Merusak Tongkrongan Saat Berpartner Bisnis Dengan Teman

Spirit of Millennials

Dua sahabat Jody dan Ben berkomitmen menjalankan bisnis kopi. Persaingan antar kedai kopi membuat keduanya berpikir keras agar usahanya tetap jalan. Jody berpikir dengan mengembangkan strategi marketing yang jitu agar usahanya memikat dan meningkatkan income mereka. Sedangkan Ben, idealis bahwa bisnis kopi kekuatannya ya di kopi. Kisah dua sahabat itu ada dalam film Filosofi Kopi, diangkat dari novel Dewi Lestari.

Membangun bisnis bersama teman sebenarnya justru menguntungkan. Sebab sudah terbangun chemistry diantara keduanya. Karena satu dengan lainnya sudah sangat memahami sejak awal. Coba bandingkan kalau partner-nya adalah orang baru sama sekali alias bukan sahabat. Akan butuh waktu untuk nyambung atau beradaptasi lebih dalam lagi.

Nah, meskipun berbisnis dengan teman, pasti ada aja tuh celah mengalami kerugian, tapi mau ngga mau harus diakui kalau kita berbisnis bareng teman akan jauh lebih permisif. Berbeda dengan bisnis bareng orang baru atau orang lain, akan sangat selektif. Bisnis dibangun dari sikap optimis, sehingga ngga hanya masalah keuntungan yang dibicarakan, tetapi juga kekurangan dan kelebihan usaha dapat diketahui dan ditangani dengan cepat.

Tapi ada beberapa hal yang harus diingat. Pertama dalam menjalin bisnis adalah adanya sebuah kecocokan. Dalam hal ini kita bisa melihat berapa banyak kecocokan yang bisa di screening dari awal. Misalnya tentang visi dan misi, harus dipastikan kecocokannya agar goal yang hendak dicapai mengakomodir semua pihak. Jika berbisnis untuk memenuhi kebutuhan keluarga, jangan sampai pada teknisnya justru ngga dapat memenuhi tujuan tersebut. Jika hal ini terjadi, maka bisa dibilang bisnis yang sedang kamu jalani tidak berjalan mulus.

Kedua adalah mempertimbangkan potensi masing-masing untuk menjalankan usaha. Ini penting agar kedudukan hak dan kewajiban dalam bisnis yang dijalani bareng teman bisa sesuaiberdasarkan porsinya. Meski bisnis bareng teman, semua harus dilakukan secara profesional, ngga ada kata “ngga enak” atau lainnya yang sifatnya subyektif.

Gimana? Sudah terinspirasi belum berpartner bisnis dengan teman setelah membaca penjelasan di atas? Yuk, persiapkan bisnismu sekarang juga! Intinya sih belajar dari kesalahan orang lain dengan tipe bisnis yang mirip. Terus jangan sampai merusak tongkrongan deh kalau bisnis yang dijalani bareng teman gagal di tengah jalan. Di film Filosofi Kopi aja, si Ben dan Jody akhirnya temenan lagi setelah mengalami konflik. Yaaa namanya juga sohiban, memang harusnya begitu.