Kembali Berselancar di Mentawai

Spirit of Millennials

Mentawai, kabupaten di tepi Sumatera Barat ini memang terkenal dengan pantai, laut dan ombaknya yang sangat menawan. Ngga heran kalau tempat ini merupakan salah satu lokasi favorit para surfer, baik dari mancanegara maupun lokal. Lokasinya yang bisa dibilang “ngumpet” juga menjadikannya seperti private island.

Pada tahun 2010 lalu Mentawai sempat terpuruk setelah tertimpa bencana Tsunami, dan berimbas pada perekonomian warga setempat. Namun pemerintah dan warga setempat kembali bangkit dan membangun Mentawai lagi. 

Bencana tersebut juga sempat mengakibatkan terjadinya wabah kelaparan karena hilangnya lahan bertani, lahan usaha dan termasuk tempat tinggal. Bahkan pemerintah setempat kini melengkapi pulau tersebut dengan sarana evakuasi berupa bukit, yang juga ditanami pisang dan kelapa untuk cadangan makanan, sebagai antisipasi jika terjadi bencana.

Bupati Kabupaten Mentawai, Yudas Sabaggalet, juga mengatakan bahwa kini Mentawai sudah aman dan keindahan alamnya lengkap dengan kalcernya siap untuk dinikmati kembali. Kepulauan Mentawai berjarak 167 km dari Bandara Tabing (Padang, Indonesia). Nah, kita bisa memilih transportasi udara dari Jakarta ke Padang menggunakan maskapai Garuda Indonesia yang selalu on time dan bikin mood liburan kamu ngga bakalan terganggu.

Selain keindahan alam baharinya, Mentawai juga dikenal dengan seni tato tradisionalnya yang dilakukan dengan cara pahat. Karya seni asli Mentawai tersebut sudah mendunia dan ngga sedikit turis internasional jauh-jauh berkunjung untuk membuat tato pahat disana.

Buat kamu yang mau berkunjung ke pulau ini dengan tujuan mencari ombak untuk surfing, sebaiknya kamu datang pada bulan Juni. Tapi kalau sekedar mau bersantai di tepi pantai, kamu bisa berkunjung mulai dari Januari hingga pertengahan tahun. Yuk, kita sambangi surga bahari yang satu ini!