Ketika Orang Kepercayaanmu Ingin Resign

Spirit of Millennials

Sebagai seorang leader, tentu kamu senang bisa bekerja dengan orang-orang kepercayaanmu di kantor. Sayangnya, salah satu di antara mereka berkeinginan untuk resign nih. Padahal kamu udah cocok banget sama kepribadian dan cara kerja orang ini. Kamu juga hampir selalu puas dengan hasil pekerjaannya. Duh, gimana dong? 

Wajar sih kalau kamu galau. Secara cari rekan kerja yang cocok itu memang ngga gampang. Makanya kalau udah ketemu yang pas, jadi berat banget ngelepasnya. Nah, kalau kamu masih ingin mempertahankan salah satu pekerja kesayangan kamu ini, beberapa cara berikut mungkin bisa kamu coba.

 

1.Ajak berkomunikasi
Daripada berasumsi ngga jelas, mending bicarakan masalah pengunduran diri ini dengan baik. Kamu bisa mengajaknya ngobrol santai sambil ngopi di cafe terdekat sepulang kantor. 

2..Minta feedback
Coba tanyakan kesannya selama bekerja di perusahaan tersebut. Bertanyalah lebih spesifik agar ia ngga cuma memberikan penilaian standar. Bagaimana load pekerjaannya dan apa saja kendalanya. Kalau kamu ngga menemukan masalah dari sisi pekerjaan, mungkin kamu bisa tanyakan soal lingkungan kerja dan hubungannya antar rekan kerja.

3.Cari tahu harapannya
Setelah menerima feedback, mulailah cari tahu harapannya dalam berkarier. Apa passion-nya dan seperti apa career goal-nya. Pastikan juga, apakah ia bebas berpendapat dan didengarkan saat mengikuti meeting. Lalu, apakah pekerjaannya mendapat apresiasi. Sebagai leader, kamu perlu mengerti mimpi dan harapan setiap rekan kerjamu.

4.Tawarkan solusi
Kalau kamu sudah mendengar feedback dan memahami harapannya, coba tawarkan solusi sesuai kebutuhannya. Namun solusi ini tentu saja nggak boleh sembarang. Apa pun itu, tetap ngga boleh menyalahi kebijakan kantor dan kepentingan tim kerja. Bagaimanapun, kamu ngga boleh mengistimewakan yang satu dengan yang lain, kan? Profesionalisme harus tetap kamu pegang.

 

Intinya selama alasan ingin resign-nya masih seputar pekerjaan, fasilitas kantor, dan lingkungan kantor, harusnya kamu masih bisa mempertahankannya dengan penawaran solusi terbaik. Tapi lain hal kalau alasannya soal passion kerja, karier impian, permintaan keluarga, dan hal-hal bersifat pribadi lainnya. Jika seperti ini, kamu perlu belajar menerima dan menghormati keputusannya. Bagaimanapun setiap orang berhak menentukan apa yang terbaik buat dirinya, bukan?