Lewat Sayur dan Kopi, Pebisnis Indonesia Dapat Penghargaan Forbes

Spirit of Millennials

Jualan kopi atau sayuran mungkin saat ini sama sekali ngga kepikiran sama kamu yang berniat untuk membuka bisnis. Rantai pasokan sayur yang panjang bikin lama distribusi dan harga jual membengkak. Sementara itu, coffee shop udah menjamur di mana-mana dan persaingannya ketat banget.

Tapi jangan salah, baru-baru ini dua pebisnis Indonesia diganjar penghargaan oleh majalah Forbes sebagai 30 under 30 Asia. Kamu pun bisa kayak mereka kalau mengemas bisnisnya dengan baik. 

Ikut program akselerator startup Plug and Play Indonesia batch pertama, duet Amanda Susan dan Rama Notowidigdo bikin aplikasi sayurbox.com justru untuk ngejawab permasalahan yang ada di sektor pertanian. Dengan karyanya ini, sayur-mayur bisa lebih mudah disalurkan dari petani hingga ke meja makan konsumen. 

Platform ini nyediain macam-macam bahan makanan dan produk dari petani dan produsen lokal Indonesia. Konsep farm-to-table diperkenalkan supaya konsumen bisa mendapatkan bahan dan produk segar langsung dari petani atau sumbernya. 

Begitu pula James Prananto dan Edward Tirtanata. Alih-alih takut, mereka juga justru melihat peluang dari ramainya tren kopi belakangan ini. Brand yang mereka labeli Kopi Kenangan pun tiba-tiba menjadi incaran.

Rasa yang cocok dengan selera dan konsep pemasaran unik membuat popularitasnya menanjak di kalangan milenial dan generasi Z penyuka kopi di wilayah Ibu Kota. Dalam beberapa waktu, Kopi Kenangan jadi buah bibir di kalangan pecinta kopi dan mudah didapat dengan konsep Grab & Go.

Forbes menyebut Amanda diberi penghargaan setelah bermitra dengan 300 petani dan peternak, memiliki 50 ribu pelanggan dan bisa melakukan 1.000 delivery per hari. Sementara Kopi Kenangan disebut sebagai gerai kopi dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, menjual 3 juta gelas kopi per bulan. 

Keren kan? Jangan takut sama tantangan yang ada. Kalau punya ide yang bagus, jalanin aja dulu dan jadilah yang terbaik!