Lulusan Pesantren? Siap-siap Tantangan Jadi Santri Digital

Spirit of Millennials

Kalangan santri yang sudah ada sejak sebelum Indonesia merdeka dengan pendidikan dan gaya kehidupannya yang konvensional, dihadapkan pada tantangan baru, yaitu melakukan syiar secara digital.

Ngga cuma nyebarin ajaran agama, dengan kemampuan digitalnya para santri juga diharapkan bisa ngelurusin fakta saat ada krisis. Mereka diharapkan bisa ngejelasin kesalahpahaman supaya ngga menimbulkan keresahan di negeri multikultural seperti Indonesia, dari segi budaya, ras, adat, sampai kepentingan politiknya.

Misalnya, lewat akun media sosial personal milik santri, mereka bisa menyampaikan pengetahuan agama yang ditimba di pesantren untuk jadi rujukan masyarakat. Terutama di bulan Ramadan, kehadiran santri digital diharapkan bisa jadi penyejuk keadaan dan ngejaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Di dunia maya udah banyak konten yang memengaruhi kebudayaan Indonesia. Seperti di era pra kemerdekaan, para santri dituntut bisa ikut andil dalam perjuangan melawan masalah-masalah terkini.

Santri digital diharapkan bisa jadi tempat jawaban berbagai persoalan di masyarakat, baik soal budaya dan agama. Yang paling penting, mereka juga mesti ngedukung usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Nah, Islamic NexGen Festival menjadi salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian BUMN dan berbagai perusahaan BUMN lainnya untuk menjaring para santri digital yang tersebar di Indonesia untuk menunjukkan bakatnya.

Ngga cuma itu, Islamic NexGen Festival juga jadi arena unjuk kreativitas, creativepreneur market (bazaar UKM dan produk pesantren), dan talkshow kewirausahaan. Kalau mau tau info lebih lengkapnya, kamu bisa cek di sini.

Gimana, maukan jadi santri digital?