Manusia Berintegritas? Seperti Apa Sih?

Spirit of Millennials

Dalam perjuangan memperebutkan dan mempertahankan kemerdekaan, istilah revolusi sering diasosiasikan dengan hal yang negatif. Pada KBBI, salah satu makna revolusi bahkan diartikan  perubahan ketatanegaraan atau pemerintahan atau keadaan sosial yang dilakukan dengan kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata). Tetapi ada juga makna positifnya yang diartikan KBBI, yakni perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang.

Revolusi mental yang saat ini sering kamu dengar sebenarnya berasal dari ide Presiden Sukarno yang diungkapkan pada Peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1956. Disebutkan oleh Presiden Sukarno karena revolusi nasional Indonesia saat itu sedang mandeg. Padahal tujuan revolusi untuk meraih kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya belum tercapai. 

Kalau revolusi di zaman kemerdekaan bentuknya perjuangan fisik seperti perang melawan penjajah dan sekutunya demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, di masa Indonesia telah merdeka, perjuangan selanjutnya adalah membangun jiwa bangsa. 

Cara tersebut dapat berupa membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan diharapkan Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa lain.

Revolusi mental versi Bung Karno adalah gerakan menggembleng manusia Indonesia sebagai manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala.

Gerakan revolusi mental semakin relevan bagi bangsa Indonesia yang harus menjawab tiga problem pokok bangsa yakni: menjaga kewibawaan negara, stabilitas politik dan terhindar dari intoleransi, dan terakhir lemahnya semangat membangun sendi-sendi perekonomian nasional.

Kabinet Kerja Presiden Jokowi menggaungkan kembali revolusi mental di masa pemerintahannya, dimulai dari jajaran yang dipimpinnya dan institusi yang menaunginya. Dalam waktu lima tahun kurang, segudang prestasi hasil kerja tim antar personal, antar bidang, dan antar institusi mewujud menjadi sebuah karya pembangunan seperti pembangunan infrastruktur dan sarana sosial lainnya. Ini pertanda manusia Indonesia punya integritas yang unggul dan berdaya saing tinggi. Makanya yuk bareng-bareng kita pertahankan semangat positif ini!