Mengudara dengan Kebanggaan Ibu Pertiwi

Mengudara dengan Kebanggaan Ibu Pertiwi

Spirit of Millennials

“Guys dress code buat besok, temanya yang Indonesia banget yah!”. Kalau ada pemberitahuan kayak gini, kemungkinan besar yang bakal terpikir oleh kamu pasti pakai batik atau kebaya. Ya, kan?

Batik dan kebaya memang termasuk mahakarya lokal yang sudah menghiasi busana di tanah air. Bahkan kini, paduan kebaya dan batik disematkan pada seragam pramugari Garuda Indonesia, lho! 

Ngga tanggung-tanggung, Anne Avantie menjadi desainer di balik tampilan baru dari seragam pramugari Garuda Indonesia ini. Momen peluncurannya pun sekaligus menjadi momentum 30 tahun beliau berkarya. Kebaya brokat dengan nama Kebaya Pertiwi ini diperkenalkan pertama kali saat penerbangan GA 238 rute Jakarta – Semarang, pada tanggal 3 Juli 2019 lalu.    

Warna lembut seperti merah muda dan hijau dipilih hingga menjadi kombinasi warna kebaya yang cantik. Warna-warna lembut tersebut direpresentasikan sebagai kelembutan pada seorang perempuan. Dalam hal pelayanan, warna merah muda dapat menjadi simbol pelayanan yang penuh kelembutan. 

Ngga hanya itu, bordiran yang terdapat pada kebaya tersebut berbentuk corak Kembang Setaman seperti yang terdapat pada kebaya R.A. Kartini. Hal ini menandakan bahwa Garuda Indonesia akan selalu membawa keharuman bagi Bangsa Indonesia. 

Untuk kain bawahan, motif yang dipilih adalah batik buketan seperti yang terdapat pada batik Pekalongan dan batik pesisir utara. Maknanya adalah perempuan lemah lembut yang beribawa mengharumkan nama bangsa. Di bagian pinggang, terdapat lilitan kain berwarna ungu muda. Menurut Anne Avantie, kain tersebut adalah sampur atau kain yang digunakan orang Jawa untuk menari dengan gemulai. 

Nama Kebaya Pertiwi dipilih bukan ngga ada maknanya. Anne bilang, ibu Pertiwi sebetulnya adalah ibu bumi. Jadi betapapun tingginya seseorang perempuan terbang, kakinya harus tetap menapak di bumi. Dalam yah filosofinya?

Bicara soal tampilan Kebaya Pertiwi ngga perlu diragukan lagi. Tapi gimana soal kenyamanan para pemakainya? Tenang, bagaimanapun Garuda Indonesia tetap mengutamakan “safety” ketimbang tampilan luar. Kebaya ini telah didesain sedemikian rupa agar aman dan nyaman saat pramugari harus mengangkat tangan, melangkah, dan melayani penumpang.

Apakah semua pramugari di Garuda Indonesia outfit-nya selalu Kebaya Pertiwi? Oh, tentu tidak. Kebaya ini digunakan hanya untuk penerbangan-penerbangan tertentu saja. Dan kalau ada momen yang bisa dijadiin konten, misalnya nanti 17 Agustus. Kita tunggu aja bakalan ada kejutan apa lagi nanti dari Garuda Indonesia.

FYI aja nih guys, Kebaya Pertiwi Special Flight ini merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk terus menghadirkan The New Flight Experience. Sebelumnya juga Garuda Indonesia memberikan beragam inovasi layanan penerbangan khususnya pada saat in-flight seperti konser musik akustik di pesawat #GIAccoustic, sajian ragam makanan khas Indonesia Signature Dish, perayaan hari Kartini dengan Male Flight, dan penerbangan bernuansa tempo dulu Vintage Flight. Udah, kalau mau flight sambil nikmatin kalcer Indonesia, naek Garuda Indonesia aja, guys!