Milenial, Siap-siap Hadapi Gig Economy!

Spirit of Millennials

Nge-gig seru kali ya. Siapa yang manggung? Ngga ada. Lho?!

Kali ini kita mau ngomongin yang namanya ‘gig economy’, bukan acara band. Istilah ini mungkin baru belakangan akrab di telinga kita. Kalau belum tahu, ini ada kaitannya dengan jasa profesional yang di-hire secara lepas. Jadi, karyawan dalam sistem ini ngga bekerja secara tetap dan lebih bersifat independen.

Pernah dong dengar istilah freelancer? Yup, inilah mereka. Perusahaan Amerika Serikat, Intuit, memprediksi dunia tenaga kerja di Negeri Paman Sam bakal diisi oleh 43% independent workers di 2020 nanti lho.

Nah, untuk itu kamu harus mulai siap-siap nih, karena kemungkinan tren ini juga akan berkembang di Indonesia. Ini hal-hal yang bisa kamu mulai persiapkan hari ini buat menghadapi gig economy.

Untuk menjadi pelaku gig economy sendiri bukan ujug-ujug datang begitu saja terjadi. Kamu harus minimal mempersiapkan hal berikut ini:

1.Siapkan portofolio online
Dalam gig economy, perusahaan bisa lebih fleksibel dalam mencari dan mempekerjakan karyawan. Jalur yang pasti mereka pakai ya internet. Semakin bagus portofolio online kamu, semakin besar kemungkinan buat dilirik. Mulai deh maintain LinkedIn kamu dari sekarang.

2. Fasih bahasa asing
Kemampuan berbahasa asing adalah mutlak. Dengan internet kemungkinan besar kamu bisa dilirik juga sama perusahaan dari luar. Karena itu kita mesti bisa berkomunikasi tanpa batas dengan klien dan perusahaan dari negara mana pun.

3. Networking
Dengan networking yang kuat, kamu bisa mengukuhkan posisi sebagai pemberi jasa berkualitas yang recommended. Dengan jaringan yang baik, kamu bisa juga langsung dapat job tanpa harus berkompetisi.

Dengan atau tanpa adanya gig economy ingat juga untuk terus tingkatkan hardskill dan softskill. Banyak cara yang bisa kamu lakuin tanpa mesti ikut seminar resmi, misalnya baca buku atau ikut belajar secara online. Semangat mengembangkan potensi besar di diri kamu ya!