Pengen Ngopi? Koppi-in Aja!

Spirit of Millennials

Ngopi di pagi hari emang udah jadi budaya kita dari zaman dulu. Tapi sekarang, ngopi udah bukan sekedar budaya atau kebutuhan lagi. Ngopi juga udah jadi bagian dari gaya hidup generasi milenial di seluruh dunia. Ngga heran kalau antrian di coffee shop, khususnya di perkotaan, semakin membludak seiring dengan tren ngopi yang makin marak.

Tapi, ternyata sebagian orang justru enggan mengantri untuk secangkir kopi, apalagi kalau sampai memakan waktu yang cukup lama. Masalahnya, selain bikin capek dan bosan karena harus menunggu, kualitas dan rasa dari kopi itu sendiri bisa menurun dengan pengantaran yang juga lama, terutama kalau kita memesan kopi via delivery service, alias pesan-antar.

Contohnya, kalau kita memesan kopi panas lewat pesan-antar dan waktu pengantarannya terlalu lama, bisa jadi kopi yang kita pesan udah ngga panas dan ngga kental lagi pas sampai di tangan kita. Begitu juga dengan es kopi. Kalau terlalu lama di perjalanan, bisa – bisa pas kita minum esnya udah cair dan rasanya udah ngga manis lagi.

Nah, baru – baru ini, muncul sebuah aplikasi khusus untuk melayani pemesanan kopi, yang ngerti banget kebutuhan utama generasi milenial pecinta kopi adalah masalah kecepatan, kemudahan dan kualitas rasa, bernama Koppi.

Ngga cuma itu aja, aplikasi ini juga bisa melayani pemesanan terjadwal sesuai permintaan konsumennya. Udah gitu, untuk pengantaran dalam radius 2 Km, pihak Koppi bekerja sama dengan Westbike yang selalu menggunakan sepeda sebagai sarana pengantar. Gokil!

Kalau untuk ngejaga kualitas rasa, Koppi menggandeng barista super andal, Hidenori Izaki, yang memegang predikat juara World Barista Champion 2014. Lebih kerennya lagi, biji kopi pilihan yang digunakan sebagai komoditas jagoan dari Koppi berasal dari kopi pangalengan, Jawa Barat.

Aplikasi Koppi merupakan bukti bahwa bisnis berbasis aplikasi makin diminati. Kuncinya adalah memahami apa yang saat ini dibutuhkan oleh konsumen. Nah, kamu udah siap belum untuk ngeluarin ide kreatif di kepala kamu jadi sebuah aplikasi yang menguntungkan?