Robot Ini Bisa Bantu Kita Perangi Hoax

Spirit of Millennials

Kamu yang suka science fiction mungkin bertanya-tanya, “kapan sih bakal ada peperangan yang ngelibatin robot?” Nyatanya perang itu udah berlangsung lho, walaupun memang ngga pakai aksi kayak di film Terminator. 

Perang yang dimaksud ya perang antara hoax dan chatbot Kementerian Komunikasi dan Informatika. Berita bohong udah ganggu banget belakangan ini, dan kalau kamu ingin ikut kontribusi ngatasin fenomena ini, bisa mulai dengan menghubungi si robot andalan kita. 

Kemkominfo dan Prosa.ai ngeluncurin robot yang disebut Chatbot Anti-Hoax itu di platform Telegram. Sesuai namanya, dia bisa mengecek berita, artikel, atau tautan yang dikirim pengguna Telegram melalui fitur chat. Ketika penggunanya ingin mem-verifikasi atau klarifikasi berita, fasilitas Chatbot Anti-Hoax bakal ngebantu nyari sumber berita yang dicurigai. 

Chatbot milik Kominfo bisa dibilang Enhanced Search Bot untuk hoaks, alias search engine untuk berita bohong yang  memanfaatkan teknologi NLP (Natural Language Processing) berbahasa Indonesia.

Chatbot Anti-Hoaks ini bekerja saat pengguna mengirimkan pesan ke akun @chatbotantihoaks di platform Telegram. Selanjutnya dia akan menampilkan informasi klarifikasi hoaks dari database Mesin AIS Kemkominfo. 

Mesin AIS penggerak operasi chatbot anti-hoax sendiri adalah milik Kemkominfo. Bekerja 24 jam/7 hari nonstop membantu klarifikasi hoaks, teknologi ini didukung oleh 100 anggota tim verifikator. 

Telegram dipilih jadi platform awal karena termasuk mudah dan populer di masyarakat. Ke depannya Chatbot Anti Hoaks juga akan tersedia di layanan pesan lainnya, seperti Whatsapp dan Line.

Robotnya udah siap perang nih guys. Kamu gimana?