Ternyata Milenial Mempengaruhi Perubahan Pasar Retail, Lho!

Spirit of Millennials

From brick to click! Imbas ini berpengaruh besar terhadap toko fisik di era digital. Banyak kalangan pengusaha retail harus menyesuaikan strategi pemasarannya agar tidak kehilangan konsumen. Ketika generasi milenial memasuki fase fresh graduate, pengusaha retail pun berlomba-lomba menawarkan strategi penjualan untuk memenuhi kebutuhan para milenial.

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan kalau generasi milenial sudah punya kemampuan belanja yang lebih baik, maka peringatan bagi peritel untuk menyesuaikan strategi bisnisnya.  Terutama yang bergerak di bidang usaha food and beverages serta fashion.

Badan Pusat Statistik Februari 2018 mencatat jumlah generasi milenial rentang usia 15 tahun hingga 35 tahun tercatat 85,62 juta. Ini setara dengan 32,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang 265 juta. Angka tersebut naik 1 juta jika dibandingkan dengan jumlah generasi milenial di Februari 2013 yang tercatat 84,62 juta.

Sebagian besar anggota Hippindo kini bahkan sudah berusaha mengubah template iklannya, menargetkan generasi milenial sebagai bintang iklannya. Jika sebelumnya concern dengan toko fisik, anggota Hippindo juga berkolaborasi dengan marketplace sebagai sarana pemasarannya.

CEO PT Mega Perintis (Manzone), Afat Adinata, secara terang-terangan sudah menyadari besarnya pengaruh generasi milenial dalam bisnis fesyen ini didasari oleh survei internalnya, yang melaporkan porsi pelanggan Manzone yang berumur di bawah 26 tahun mencapai 44 persen. Wow!

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan, bahkan mengatakan bahwa mall sedang menyesuaikan tata kelolanya untuk menyentuh pasar milenial, yang berdasarkan datanya mall kelas menengah memiliki kunjungan generasi milenial hingga 70 persen.

Cara-cara yang dilakukannya adalah menghias mall dengan spot-spot tematik buat generasi milenial wefie, dan lebih aktif menggandeng komunitas generasi milenial lainnya, baik melalui sosial media maupun secara langsung.

Ngga herankan sekarang kamu tinggal klik buat nyari produk favorit?