Tetap Kreatif Meski Puasa

Spirit of Millennials

Tubuh lemas, ngga bisa ngapa-ngapain (baca: ngemil, minum, atau aktivitas yang dilarang selama berpuasa), cenderung bikin mager. Bahkan ada yang bilang males mikir. Padahal berpuasa itu kebutuhan alamiah tubuh. Yang berbeda adalah perilaku atau kebiasaan kita, semula bebas makan dan minum, tiba-tiba kini dibatasi.

Tim peneliti dari Amerika Serikat bahkan meneliti dampak berpuasa bagi kesehatan tubuh. Ditemui berpuasa baik untuk kesehatan otak manusia. Seorang ahli saraf dari John Hopkins University Mark Mattson yang tergabung dalam tim peneliti tersebut menjelaskan kalau membatasi makan saat berpuasa bisa melindungi otak manusia dari penyakit syaraf karena usia.

Penyakit syaraf yang dimaksud diantaranya adalah alzheimer dan parkinson. Mengendalikan dan membatasi asupan kalori sanggup meningkatkan ingatan, emosi, dan keadaan pikiran seseorang. Penelitian lebih mendalamnya menyebutkan metabolisme tubuh saat tiap kali makan menghasilkan glukosa yang disimpan di hati dalam bentuk glikogen.     

Glikogen diproses tubuh selama 10 – 12 jam hingga habis. Setelah itu tubuh mulai membakar lemak sebagai energi. Selama waktu itu pula jika ngga ada asupan makanan, maka proses pemanfaatan glikogen akan maksimal.

Berbeda kalau kamu ngga berpuasa. Dengan tiga kali makan dalam sehari ditambah camilan, tubuh menjadi ngga punya waktu menggunakan semua glikogen di hati. Hingga bahan kimiawi penting untuk otak belum sempat diproduksi.

Dengan puasa koneksi saraf di hippocampus meningkat. Bagian otak tersebut mengendalikan emosi dan memori jangka panjang. Ngga hanya itu, berpuasa atau diet kontrol kalori juga melindungi neuron dari penumpukan plak amyloid alias protein yang biasa ditemukan di otak penderita Alzheimer.

Tuh khan, jadi ngga ada lagi alasan ngga mau berpuasa karena akan menghambat pekerjaan dan kreativitas ya, guys.