Wonderful Indonesia Digital Tourism, Apa Sih?

Spirit of Millennials

Saat ini pengaruh digitalisasi dapat kita rasakan di banyak hal, ngga terkecuali dalam urusan traveling. Tren persiapan traveling di kalangan generasi milenial sudah pasti berubah dari pola tren sebelumnya. Dari beli tiket, booking hotel, sampai membuat itinerary kini semuanya cukup dilakukan via aplikasi saja.

The more digital, the more professional. The more digital, the more global. Ungkapan ini dicetuskan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dalam menyikapi tren digital yang telah memengaruhi industri pariwisata dunia saat Rakornas Pariwisata I. Menurutnya, 70% generasi milenial memilih agen travel online dengan kecenderungannya yang kian meningkat.

Maka dari itu, go digital akan dijadikan salah satu program strategis Kementerian Pariwisata untuk memenangkan pasar di era industri 4.0,  termasuk mengejar target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Dengan adanya perubahan perilaku wisatawan ini, Kemenpar pun mempersiapkan strategi jitu dalam bentuk transformasi tourism 4.0. Untuk mencapainya, maka dilakukan pembenahan sumber daya manusia. Istilah Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0 yang diperkenalkan dalam tema Transforming Tourism Human Resources to Win The Global Competition in The Industry 4.0 Era.

Menurut Arief, contoh sukses pengembangan pariwisata 4.0 adalah Spanyol. Mereka telah menerapkan pariwisata 4.0 di beberapa destinasi utama dengan membangun ekosistem digital, mulai dari inspiration, arrival, destination, hingga post-trip yang serba digital.

Nah, kalau kamu termasuk salah satu yang menjalankan usaha di bidang penyedia jasa perjalanan, maka sudah saatnya menerapkan teknologi digital dalam pelayanan kamu. Selain sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, tentu saja ini dapat menjadi nilai jual yang ampuh untuk menarik perhatian para wisatawan masa kini yang melek banget sama teknologi.