Yuk, Berburu Panen Raya Terbesar Di Indonesia

Spirit of Millennials

Di Indonesia sejarah tanaman pangan bernama padi cukup panjang dan sarat mitologi. Misalnya padi jadi simbol sandang dan lambang Pancasila sila ke-5, bersanding dengan lambang kapas. Padi juga lekat dengan simbol kemakmuran rakyat Indonesia.

Makanya ngga heran kalau panen padi selalu disambut gembira dengan ragam cara yang melebur menjadi sebuah tradisi. Bahkan sekarang tradisi tersebut menjadi atraksi wisata tersendiri, sekaligus menunjukkan kuatnya budaya masyarakat agraris Indonesia. Penasaran?

 

Seren Taun
Upacara yang dipertahankan oleh masyarakat Sunda sampai sekarang ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa terima kasih pada Tuhan. Upacara diawali dengan pengambilan air di sumber keramat yang kemudian dipercikkan kepada para petani yang tengah panen. Ada pula kegiatan lainnya seperti pertunjukan tari buyung, angklung baduy, angklung buncis, yang akan diakhiri dengan doa bersama.

 

Methik
Tradisi ini diwarisi oleh masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada dua tradisi yang digelar, yaitu sebelum dan sesudah panen raya. Sebelum panen, pemilik sawah menggelar doa di tengah sawah supaya panen bisa berjalan lancar. Sesudah panen, dilangsungkan syukuran di lapangan luas dengan ragam pertunjukan rakyat. Puncak kegiatannya adalah membawa hasil panen ke lumbung bersama-sama.

 

Penti
Bagi masyarakat Flores, adat ini ngga bisa dilewatkan. Sebagai ungkapan syukur atas panen raya, para penduduk berkumpul di rumah induk desa untuk mengirim doa ke para leluhur. Acara ini juga diiringi kegiatan hiburan dan penyembelihan hewan.

 

Naik Dango
Naik Dango artinya memasukkan ke dalam lumbung. Padi bagi suku Dayak Kanayatn dianggap memiliki roh dan pemberian dari Nek Jubata atau Sang Pencipta. Upacara ini akan digelar jika seluruh pemilik sawah dari suku Dayak Kanayatn telah panen. Dimulai dengan pagelaran hiburan, acara dilanjutkan dengan doa dan ditutup parade mengangkut padi ke lumbung.   

 

Nyadran Ngimbang
Tradisi Nyadran Ngimbrang dimiliki oleh masyarakat Temanggung, Jawa Tengah sebagai bentuk ucapan syukur, pembacaan, dan pengiriman doa. Dalam rangkaian acara terdapat pula pesta gunungan berupa nasi tumpeng dan sayuran hasil bumi setempat. Tradisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini juga bermaksud untuk menjaga kerukunan warga desa.

 

Sebagai negara agraris, tradisi panen raya ala Nusantara sungguh unik dan sarat makna, bukan? Untuk itu, jangan sampai kamu lewatkan, ya. Makin cinta deh sama negeri sendiri.