Yuk, Kenali Lebih Jauh Industri Kereta Api Kita

Spirit of Millennials

Sejarah industri kereta api Indonesia hampir sama panjangnya dengan usia perkeretaapian dunia. Di tanah air, semua berawal dari pembangunan rel di Desa Kemijen, 17 Juni 1864 yang diresmikan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele, diprakarsai oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pimpinan Ir. J.P de Bordes.

Berangkat dari sana, Indonesia ngelahirin industri perkeretaapian yang kuat. PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT Inka adalah institusi yang ngedukung semuanya hingga bisa bertahan sampai sekarang. Berstatus Badan Usaha Milik Negara dan berdiri sejak 18 Mei 1981, PT Inka udah ngehasilin banyak produk perkeretaan dan sarana transportasi penunjang lainnya.

Dari sebatas perakitan, sekarang udah bisa produksi mandiri. Berawal dari pengadaan gerbong penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang, PT Inka terus berkembang sampai bikin produk-produk lain di bidang infrastruktur. BUMN ini juga beroperasi di bawah kendali sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kemitraan global.

Selain memenuhi kebutuhan perkeretaapian dalam negeri, PT Inka sekarang bahkan udah bisa produksi sampai skala ekspor. Buat bikin lokomotif yang dijual ke Malaysia dan negara-negara lain, perusahaan juga kerja sama dengan General Electric.

Produk-produk PT Inka di antaranya adalah kereta listrik berteknologi VVVF, KA Argo Bromo JS-950 dan KA Argo gede JB-250, KA Argo Bromo Anggrek JS-852, KA Argo Wilis, KA Argo Dwipangga, KA Turangga, KA kontainer, KA pembangkit untuk skala ekspor, lokomotif GE Lokindo untuk ekspor ke Filipina, ballast hopper wagon untuk Thailand, dan masih banyak lagi.

Produksi yang tinggi membuat PT Inka ekspansi ke Banyuwangi. Groundbreaking-nya dilakukan Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro, Direktur Inka, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di area pabrik, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, akhir Maret lalu.

Pabrik ini dibangun di atas lahan 83 hektar dengan nilai investasi Rp1,6 triliun untuk menggarap pasar ekspor ke Asia, Afrika, dan Australia. Ditargetin buat operasi pada 2020, nantinya pabrik ini bakal ngerekrut 2.000 pekerja lokal. Sebagian bakal dikirim magang tiga bulan di Swiss sambil menunggu proses pembangunan pabrik.

Berminat ambil bagian di PT Inka?